Posisi Strategis
Sampit sebagai ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan salah satu kota terpenting di Provinsi Kalimantan Tengah. Di samping karena secara ekonomis merupakan daerah kabupaten yang relatif maju juga karena terletak di posisi yang strategis.
Dilihat dari peta regional Kalimantan Tengah, kota Sampit sebelumnya terletak di tengah-tengah dan ini menyebabkan posisinya sangat strategis. Misalnya, warga dari Buntok mau ke Pulau Jawa, maka akan lebih dekat jika melewati Kota Sampit daripada harus ke Kota Banjarmasin. Begitu pun kalau dari Palangkaraya, Kuala Pembuang, maupun Kasongan. Jadi, posisi strategis tersebut akan meningkatkan keunggulan komparatif pelabuhan laut Sampit yang dimiliki daerah ini, terutama akan menarik perekonomian dari kabupaten yang ada di sekitar wilayah Kotawaringin Timur.
Pada tanggal 1 Mei 1859 pemerintah Hindia Belanda membuka pelabuhan di Sampit.
Hingga kini, yang masih menjadi pertanyaan banyak orang adalah asal kata Sampit itu sendiri.
Versi Pertama menyatakan bahwa orang pertama yang membuka daerah kawasan Sampit pertama kali adalah orang yang bernama Sampit yang berasal dari Bati-Bati, Kalimantan Selatan sekitar awal tahun 1700-an. Sebagai bukti sejarah, makam “Datu” Sampit sendiri dapat ditemui di sekitar Basirih. “Datu” Sampit mempunyai dua orang anak yaitu Alm. “Datu” Djungkir dan “Datu” Usup Lamak. Makam keramat “Datu” Djungkir dapat ditemui di daerah pinggir sungai mentaya di Baamang Tengah, Sampit dengan nisan bertuliskan Djungkir bin Sampit. Sedangkan makam “Datu” Usup Lamak berada di Basirih.
Menurut sumber lainnya, kata Sampit berasal dari bahasa Tionghoa yang berarti “31” (sam=3, it=1). Disebut 31, karena pada masa itu yang datang ke daerah ini adalah rombongan 31 orang Tionghoa yang kemudian melakukan kontak dagang serta membuka usaha perkebunan (Masdipura; 2003). Hasil usaha-usaha perdagangan perkebunan ketika itu adalah rotan, karet, dan gambir. Salah satu areal perkebunan karet yang cukup besar saat itu yakni areal di belakang Golden dan Kodim saat ini.
Kebudayan di kota sampit
Mandi Safar merupakan acara adat masyarakat Sampit, dimana kegiatan ini dilaksanakan secara turun temurun. Namun dalam beberapa tahun ini Ritual Mandi Safar sudah dijadikan Event Pariwisata, karena Ritual Mandi Safar ini merupakan budaya masyarakat yang patut dilestarikan.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat, Mandi Safar dipercaya mampu membersihkan jiwa dan membuang 330 bala yang turun. Harapan dengan melakukan ritual Mandi Safar ini, masyarakat akan mendapat berkat dan dijauhkan dari malapetaka atau bala bencana.
Masyarakat yang akan mengikuti prosesi Mandi Safar, sebelum menceburkan diri ke dalam sungai Mentaya, telah membekali diri dengan daun Sawang yang diikat di kepala atau di pinggang. Daun Sawang tersebut sebelumnya dirajah oleh sesepuh atau alim ulama setempat. Menurut kepercayaan, pemakaian Daun Sawang itu agar orang yang mandi terjaga keselamatannya dari segala gangguan baik dari gangguan binatang maupun makhluk halus. Setelah selesai proses Ritual Rajah Daun, upacara dilanjutkan dengan melakukan Tapung Tawar kepada seluruh masyarakat yang hadir, hingga kemudian menceburkan diri ke Sungai Mentaya Sampit.
Saat ini Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 17 kecamatan, yaitu:
- Teluk Sampit (pemekaran dari kecamatan Mentaya Hilir Selatan)
- Bukit Santuei (pemekaran dari kecamatan Mentaya Hulu)
- Telawang (pemekaran dari kecamatan Kota Besi)
- Mentaya Hilir Selatan
- Mentaya Hilir Utara
- Pulau Hanaut
- Mentawa Baru Ketapang
- Baamang
- Seranau
- Kota Besi
- Cempaga
- Cempaga Hulu
- Parenggean
- Mentaya Hulu
- Antang Kalang
- Telaga Antang (pemekaran dari kecamatan Antang Kalang)
- Tualan Hulu (pemekaran dari kecamatan Parenggean)
Ciri khas sampit
1.BUNDARAN KB
Ap kalian tau apa maksudnya yang ada tulisan KB di tugu itu,apa ada yang tau maksudnya,bila gk saya coba jelasi seadanyan,ada lambang gede bertuliskan KB, ada yang bilang artinya Kota Besar, ada juga yang bilang Keluarga Berencana, hehehe… ada yang unik dari bundaran ini, yaitu setiap sore, mulai jam 15:00 sampai jam 18:00, tempat ini di jadikan tempat muter-muter para muda-mudi sampit, pokoknya rame banget, apalagi kalo sabtu sore, pas malem minggu, waduh,jalan seakan milik mereka…. bundaran ini di ramaikan oleh para muda mudi yang tawaf (mutar-mutar) di bundaran, mutar-mutarnya pake motor , bukan lari2, seperti udah kewajiban saja muter-muter disini,heheheee….terkadang setelah mutarin nih bundaran, para pemuda jalan masing-masing, ada yang nongkrong, makan, pacaran, dll. dan kalo udah jam 18:00, ini merupakan titik puncak kepadatan bundaran KB, nyaris kaya orang antri bbm padetnya… sampe amang-amang yang mau sholat magrib gk bisa lewat,,, hihihihi…
2. BUNDARAN SAMPIT (sering disebut bundaran POLRES)
Bundaran Sampit sering orang menyebutnya Bundaran Polres, karena letaknya yang dekat Polres Sampit, bundaran ini merupakan salah satu dari 3 bundaran besar di Kota Sampit, bundaran ini bisa dikatakan sebagai pusat Kota Sampit, karena posisinya yang berada di tengah kota Sampit, bundaran ini juga terletak di jalan yang ramai, jalan ke pelabuhan Sampit dan jalan menuju Pangkalan Bun. Bisa kita lihat di bundaran tersebut terdapat lambang garuda, yang berarti Kota Sampit merupakan salah satu kawasan naungan NKRI, dan ada lambang tameng, mandau, dan tombak, yang merupakan lambang suku dayak kalimantan, dan ada guci yang merupakan lambang serta logo kotawaringin timur.
3. TUGU ADIPURA
Tugu Adipura merupakan tempat piagam penghargaan yang diberikan kepada Kota Sampit, karena menjadi Kota Kecil Bersih dan Indah. Piagam tersebut posisinya di Taman Kota Sampit. Taman ini dijadikan tempat rekreasi, refreshing, joging, jalan-jalan, nongkrong, dll. Kalo ada acara-acara besar seperti, pawai, buka bersama di bulan puasa, konser musik, kampanye partai, dan pertunjukan-pertunjukan juga di adakan di taman ini. di sekitar taman banyak dijumpai warung-warung dan pedagang-pedagang, ada yang jual makanan, jual baju celana, konter, dll. di tempat ini juga ada arena bermain anak-anak dan lapangan basket. pokoknya seru tempatnya;.
Makanan khas sampit
Ciri Makanan Khas Sampit adalah :
- Juhu Ujau (Sayur Rabung).
- Humbut Rotan.
- Juhu Asam Rembang (Sayur Asam Rembang).
- Juhu Singkah (Sayur Asam Rembang).
- Cencalu.
- Iwak Wadi.dll



0 komentar:
Posting Komentar